LAPORAN OBSERVASI SEKOLAH
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PENGELOLAAN PENDIDIKAN
Diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Pengelolaan Pendidikan
Dosen Pengampu : Dr. Ara Hidayat, M.Pd













Di susun oleh :
Aulia Nur Azmi  (1162060018)





JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2017




 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sistem pendidikan di Indonesia banyak sekali perubahan yang dialami. Maka dengan adanya sistem manajemen di setiap sekolah biasanya membantu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah agar sesuai dan tertib, dengan merancang rencana sistem pendidikan selama setahun kedepan atau bertahun tahun, merancang organisasi di sekolah agar semua kegiatan di sekolah tersebut bertanggung jawab pada bagian-bagian organisasi di sekolah biasa berjalan lancar atau berjalan dengan apa yang diharapkan. Ini dibutuhkan pengorganisasian atau sistem manajemen yang strategis dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Manajemen yang bagus akan tercipta atau menghasilkan perencanaan yang sesuai dan berjalan lancar dengan kebutuhan di sekolah. Dengan adanya manajemen, semua perencanaan yang dirancang, bisa membuahkan manajemen yang baik agar rencana yang dirancang bisa berjalan lancar.
Manajemen pengelolaan pendidikan sebagai segala sesuatu yang berkenaan dengan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Agar pengelolaan pendidikan dapat dilaksanakan dengan baik, maka dalam pengelolaan pendidikan harus terkandung unsur-unsur pokok yang membangun. Dengan mengacu pada penerapan fungsi-fungsi manajemen pengelolaan pendidikan dalam hal mengembangkan manajemen kinerja guru, lalu didalamnya harus dapat membangun tujuan yang jelas serta pemahaman tentang fungsi-fungsi manajemen yang mampu diaplikasikan kepada program kegiatan kependidikan.

B.     Tujuan Kegiatan
Tujuan dari kegiatan observasi ke MAN 2 Bandung yang dilakukan oleh Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung adalah untuk mengaplikasi teori yang sudah diperoleh dalam pembelajaran di kelas dan diharapkan mahasiswa dapat mengetahui fungsi manajemen di sekolah tersebut sebagai sumber referensi pembelajaran, khususnya pada mata kuliah Pengelolaan Pendidikan.

C.    Waktu dan Tempat Kegiatan
Hari                 :  Senin
Tanggal            :  22 Mei 2017
Waktu              :  12.30 WIB s/d Selesai
Tempat             :  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung

D.    Profil Sekolah
Nama Sekolah                 :  Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandung
Nama Kepala Sekolah     :  Dr. H. Asep Encu, M.Pd
Didirikan pada Tahun       :  1991
Akreditasi                        :  A
Program/Jurusan              :  Bahasa, IPA, IPS, dan Ilmu Keagamaan
Alamat                             :  Jalan Cipadung No.57 Kecamatan Cibiru, Bandung, Jawa   
                                          Barat, Indonesia





BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage”  yang berarti mengelola. Pengelolaan dilakukan melalui proses dan dikelola berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu sendiri. Manajemen adalah melakukan pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah atau organisasi yang diantaranya adalah manusia, uang, metode,  material, mesin dan pemasaran yang dilakukan dengan sistematis dalam suatu proses. Dengan kata lain, manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain dan orang yang memanajemen sesuatu mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain.
Dalam manajemen dapat berjalan dengan baik apabila : 1) mempunyai tujuan yang ingin dicapai, 2) perpaduan antara ilmu dan seni, 3) proses yang sistematis, terkoordinasi, koperatif, dan terintegrasi, 4) dapat diterapkan jika ada dua atau lebih melakukan kerjasama dalam satu organisasi, 5) didasarkan pada pembagian kerja, tugas, dan tanggungjawab, 6) merupakan alat untuk mencapai tujuan.

B.     Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan dapat diartikan sebagai manajemen yang dipraktekkan dalam dunia pendidikan dengan spesifikasi dan ciri-ciri khas yang ada dalam pendidikan. Manajemen pendidikan pada dasarnya adalah alat-alat yang diperlukan dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Unsur manajemen dalam pendidikan merupakan penerapan prinsip-prinsip manajemen dalam bidang pendidikan.  Manajemen pendidikan merupakan rangkaian proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan yang dikaitkan dengan bidang pendidikan.
Dengan kata lain, manajemen pendidikan adalah suatu proses atau sistem pengelolaan Manajemen pendidikan sebagai suatu proses atau sistem organisasi dan peningkatan kemanusiaan dalam kaitannya dengan suatu sistem pendidikan. Kegiatan pengelolaan pada suatu sistem pendidikan bertujuan untuk keterlaksanaan proses belajar mengajar yang baik.

C.    Fungsi-fungsi Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan merupakan keseluruhan proses semua sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif, efisien dan produktif atau serangkaian kegiatan usaha kerjasama untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Manajemen pengelolaan pendidikan adalah mengurus, mengatur, melaksankan, dan mengelola dari suatu berjalannya pendidikan.
Manajemen pengelolaan pendidikan dalam prakteknya membutuhkan berbagai fungsi manajemen. Berikut adalah fungsi dari manajemen pengelolaan pendidikan, yaitu :
1.      Perencanaan (Planning).
Perencanaan adalah proses kegiatan yang menyiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Istilah perencanaan mempunyai bermacam-macam pengertian antara lain : perencanaan sebagai suatu proses kegiatan pemikiran yag sistematis mengenai apa yang akan dicapai, kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, pelaksana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan pencapaian tujuan yang dirumuskan secara rasional dan logis serta berorientasi ke depan.
Dalam perencanaan pendidikan adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakat.
2.      Pengorganisasian (Organizing).
Pengorganisasian berorientasi pada optimalisasi fungsi dari sub sistem sehingga sistem berjalan secara efektif dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pengorganisasian merupakan upaya penentuan kerja melalui bagian-bagian tugas, wewenang sesuai ruang lingkup kerja. Pengorganisasian suatu proses penentuan, pengelompokkan, dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada setiap organisasi, menyediakan alat-alat yang diperlukan, menempatkan wewenang yang secara relatif di delegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.
3.      Pengelolaan (Staffing).
Pengelolaan adalah penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak merekrut tenaga kerja, sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi. Dengan kata lain, pengelolaan dilakukan dengan cara  penarikan, seleksi, dan penempatan personalia dengan baik, sehingga dapat bekerja efektif dalam melakukan tugas-tugasnya.
4.      Fasilitas (Facilitating).
Fasilitas adalah kegiatan memfasilitasi dengan alat atau model yang dibutuhkan. Fasilitas bisa berupa barang atau jasa sesuai kebutuhan. Dalam manajemen pengelolaan pendidikan, fungsi fasilitas ini untuk memfasilitasi apa yang dibutuhkan dalam pembelajaran didalam pendidikan.
5.      Pengarahan (Directing).
Pengarahan adalah upaya kegiatan dalam usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju kepada realisasi tujuan yang telah ditetapkan.
6.      Pemotivasian (Motivating).
Pemotivasian adalah pemberian inspirasi, semangat, dan dorongan kepada  seseorang untuk melakukan suatu kegiatan dengan suka rela. Motivasi dapat mempengaruhi prestasi seseorang dalam melakukan suatu kegiatan tertentu. Apabila seseorang mempunyai motivasi yang tinggi, mereka akan terdorong dan berusaha untuk meningkatkan kemampuannya dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum yang berlaku di sekolah sehingga diperoleh hasil kerja yang maksimal.
7.      Penggerakan (Actuating).
Penggerakan adalah upaya pimpinan untuk menggerakan seseorang atau kelompok yang dipimpin untuk menumbuhkan dorongan atau motif dalam dirinya untuk melaksanakan tugas dan kegiatan yang diberikan kepadanya sesuai rencana dala rangka mencapai tujuan organisasi. Dalam penggerakan ini, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu : 1) keteladanan, 2) konsistensi, 3) keterbukaan, 4) kelembutan, 5) kebijakan. Semua prinsip-prinsip tersebut akan mempercepat dan meningkatkan kualitas penggerakan.
Penggerakan merupakan fungsi secara langsung berhubungan dengan manusia. Penggerakan juga dapat didefinisikan pula sebagai keseluruhan usaha, cara, teknik, dan metode untuk mendorong para anggota oraganisasi agar mau bekerja sebaik mungkin demi terciptanya tujuan organisasi dengan efektif, efisien, dan ekonomis.
8.      Pengawasan (Controlling).
Pengawasan dilakukan agar pelaksanaan di lapangan sesuai dengan program dan mekanisme yang sudah diatur. Namun gaya kepemimpinan dalam mengontrol akan mempengaruhi kualitas pengawasan tersebut. Bahwa fungsi pengawasan yang dilakukan oleh seorang pemimpin harus berorientasi pada tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan supaya pengawasan
9.      Pelaporan (Reporting).
Pelaporan adalah fungsi manajemen pendidikan berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan dan pemberian keterangan mengenai segala hal yang berkaitan dengan tugas masing-masing personalia, baik secara lisan maupun tertulis sehingga dalam penerimaan laporan dapat memperoleh gambaran pelaksanaan tugas terhadap orang yang memberi laporan.
10.  Evaluasi (Evaluating).
Evaluasi adalah suatu upaya sistematis untuk mengumpulkan dan memproses informasi. Fungsi evaluasi yaitu yang menghasilkan kesimpulan tentang nilai, manfaat, serta kinerja dari lembaga pendidikan atau unit kerja yang dievaluasi, kemudian menggunakan hasil evaluasi tersebut dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan.
Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan dari suatu perencanaan awal, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik. Jadi secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program.




BAB III
METODELOGI

A.    Prosedur Kegiatan
Prosedur kegiatan observasi ke sekolah dilaksanakan secara berkelompok, dengan kelompok yang telah ditentukan beserta materi yang dibagikan secara berbeda-beda sebelum melakukan observasi ke setiap sekolah di daerah Bandung dan sekitarnya.

B.     Instrument Kegiatan
Tugas ini dilakukan dengan cara mewawancara narasumber yang berkaitan dengan pokok-pokok bahan materi yang telah disampaikan di kelas dan dibagikan di setiap kelompok.





BAB IV
HASIL OBSERVASI

1.      Apa yang dilakukan sekolah MAN 2 Bandung ini dalam fungsi manajemen pendidikan ?
Jawaban : Dalam semua kegiatan di sekolah itu harus berpacu kepada visi dan misi sekolah, kemudian bertujuan kepada program tahunan sekolah MAN 2 Bandung ini. Dari program tersebut diawali dengan perencanaan yaitu program kerja 4 tahun ke depan, misalnya pada tahun 2016-2017 ini sekolah MAN 2 Bandung mau merencanakan program seperti apa dan tidak boleh dalam suatu program sekolah yang tidak sesuai dengan perencanaan awal yang telah dibuat. Jadi, dalam menentukan suatu perencanaan dengan mengadakan rapat terlebih dahulu lalu kepala sekolah menyiapkan bahan program yang disetujui atau tidak pada rapat tersebut setelah itu dengan mengetuk palu dan menjadi suatu program sekolah. Manajemen juga dalam arti suatu kepemimpinan yang mempengaruhi, jadi kepala sekolah harus mempengaruhi semua orang yang ada di sekolah agar melakukan yang terbaik untuk sekolah ini termasuk keteladanan. Inti dalam pengelolaan manajemen di sekolah MAN 2 Bandung ini diawali pada program kerja 4 tahunan, lalu diturunkan menjadi rencana kerja tahunan. Dalam rencana kerja tahunan itulah 10 point fungsi manajemen pendidikan terlaksana, seperti fungsi manajemen fasilitas yaitu dalam sarana dan prasarana sekolah dibenahi apa yang dibutuhkan dalam sekolah ini dan dalam fasilitas yang diperbaiki tersebut dengan cara peserta didik menilai dan menyarankan apa yang dibutuhkan di sekolah.
2.   Bagaimana cara strategis pelaksanaan perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan, fasilitas, pengarahan, pemotivasian, penggerakan, pengawasan, pelaporan, dan evaluasi dalam fungsi-fungsi manajemen pendidikan di sekolah ini ?
Jawaban : Untuk langkah strategis fungsi manajemen pada sekolah ini, diantaranya perencanaan dengan mengadakan rapat dengan membicarakan perencanaan program kerja tahunan yang dasarnya semua kegiatan di sekolah ini berpacu kepada program kerja tahunan tersebut, lalu pada pegorganisasian yaitu kepala sekolah memilih orang-orang yang tepat pada struktur organisasi dalam upaya melengkapi perencanaan yang telah dibuat, setiap kegiatan harus jelas siapa yang mengerjakan, kapan dikerjakan, dan apa tujuan yang dikerjakan seperti wakil kepala sekolah, bidang kurikulum, bidang kesiswaan, bidang dalam pengembangan staff dan guru, bidang sarana dan prasarana, dan lain sebagainya. Jadi pada struktur organisasi itu bertanggungjawab pada bidangnya masing-masing. Pengelolaan dalam sekolah ini seperti mengelola suatu kegiatan yang berlangsung di sekolah, fasilitas pada penyediaan sarana dan prasarana di sekolah ini dan membenahi apa saja yang dibutuhkan pada fasilitas di sekolah. Pengarahan yaitu kepala sekolah memberi bimbingan atau instruksi kepada staf-staf di sekolah dalam melaksanakan tugasnya masing-masing seperti bapak sebagai kepala sekolah memberi bimbingan kepada bidang kesiswaan agar tertuju kepada realisasi tujuan kesiswaan, pemotivasian pada pemberian dorongan atau semangat kepada staf-staf di sekolah atau kepada guru untuk melakukan kegiatan di sekolah dengan suka rela dan melakukan kegiatan di sekolah secara maksimal. Pelaksanaan atau dengan istilah penggerakan pada suatu pelaksanaan sesuai tahapan-tahapan pada program rencana kerja yan telah dibuat saat perencanaan. Pengawasan dengan mengawasi hasil dari pelaksanaan program rencana kerja. Pelaporan pada hasil dari pengawasan pelaksanaan program rencana kerja, dan pada fungsi manajemen evaluasi itu kepada suatu penilaian dari semua kegiatan program kerja tahunan dari evaluasi tersebut kita bisa mengetahui apa yang kurang dalam program kerja tahunan.
3.   Dalam menyusun perencanaan pendidikan, apakah ada karakteristik sendiri dalam menyusun perencanaan itu ?
Jawaban : Membicarakan penyusunan perencanaan itu sendiri itu ada karakteristik tertentu, diantaranya berorientasi pada visi dan misi sekolah yang ingin dicapai, mengembangkan segala potensi peserta didik secara maksimal jadi dalam perencanaan tersebut harus memberikan kesempatan untuk mengembangkan dan memberi kesempatan yang sama dalam segala potensi peserta didik secara maksimal. Kemudian memiliki program secara bertahap dan berkesinambungan seperti program jangka pendek, menengah, dan panjang. Responsif terhadap kebutuhan yang berkembang di masyarakat seperti berorientasi yang ditujukan untuk membantu mempersiapkan kebutuhan yang berkembang di masyarakat, lalu dalam menentukan suatu perencanaan juga sebagai sarana mengembangkan inovasi pendidikan sehingga proses pembaharuan pendidikan terus-menerus berlangsung dengan baik, maupun dengan memperhatikan keterkaitan dengan berbagai komponen pendidikan secara terstuktur atau sistematis.
4.     Bagaimana perencanaan ke depannya yang akan dilaksanakan di MAN 2 Bandung ini ?
Jawaban : Dalam perencanaan ke depannya di sekolah MAN 2 Bandung ini yaitu merencanakan program GHAM (Gerakan Hafalan Al-Qur’an Madrasah) dan perencaaan membangun fasilitas sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan keinginan peserta didik yang telah menilai dan menyarankan apa yang dibutuhkan di sekolah. Akan tetapi, dalam pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan dana yang cukup besar dan bapak sebagai kepala sekolah dan pengelola penggunaan anggaran jadi bapak memprotitaskan dana-dana yang ada diperuntukkan sebagai pelayanan yang terbaik seperti bagaimana peserta didik itu nyaman, atau bagaimana guru-guru nyaman. Sehingga bila kenyamanan sudah ada lalu bagaimana memfasilitasi prestasi yang sudah dimiliki peserta didik tersebut.
5.      Menurut bapak sebagai Kepala Sekolah, mengapa perlu adanya fungsi manajemen pendidikan di sekolah ?
Jawaban : Menurut bapak, membicarakan tentang adanya fungsi manajemen pendidikan di sekolah seperti di MAN 2 Bandung ini memang sangat diperlukan karena dalam menjalankan kegiatan sekolah perlu adanya manajemen untuk mengarahkan atau mengatur jalannya sesuatu. Salah satunya tujuan fungsi manajemen pendidikan di sekolah adalah tercapainya tujuan dari pendidikan secara efektif dan efisien maupun terciptanya perencanaan yang teratur. Jadi, sangat diperlukan adanya fungsi manajemen pendidikan di sekolah dan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut demi meningkatkan produktifitas kerja dalam mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.




BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi sekolah yang telah dikunjungi, sekolah tersebut memiliki perencanaan dalam program rencana kerja 4 tahun ke depan. Dalam penentuan program rencana kerja tersebut itu membutuhkan kesepakatan bersama, dengan mengadakan rapat dalam penentuan tersebut dan akhirnya mengetuk palu sebagai program sekolah. Dalam berjalannya program rencana kerja tersebut fungsi-fungsi manajemen itu berjalan semua, seperti fungsi manajemen fasilitas itu dalam sarana dan prasarana sekolah dibenahi apa yang dibutuhkan dalam sekolah tersebut dan dalam fasilitas yang diperbaiki tersebut dengan melalui peserta didik dengan menilai dan menyarankan apa yang dibutuhkan di sekolah. 

B.     Saran
Berdasarkan hasil observasi diatas, penulis memberikan saran kepada :
1.    Kepala Sekolah MAN 2 Bandung, dalam pembuatan suatu program rencana kerja 4 tahunan harus dipikirkan secara maksimal dan terus membangun atau meningkatkan kualitas mutu sekolah tersebut.
2.   Pembaca, untuk melanjutkan observasi guna melihat perkembangan sekolah dan meninjau kembali agar mendapatkan data-data yang lebih akurat.
3.    Semua guru sebagai anggota organisasi di sekolah, khususnya di MAN 2 Bandung sebaiknya mampu memaksimalkan tugasnya dalam berpartisipasi mewujudkan fungsi-fungsi manajemen sekolah yang sesuai dengan perencanaan awal.
4.     Peserta didik, sebaiknya lebih bertanggung jawab dalam tugas atau kewajibannya sebagai pelajar agar dapat membantu mewujudkan tujuan visi dan misi sekolah.




DAFTAR PUSTAKA


Badrudin. 2013. Dasar-dasar Manajemen. Bandung : Alfabeta.
Hidayat, Ara dan Machali, Imam. 2012. Pengelolaan Pendidikan. Yogyakarta : Kaukaba.
Hidayat, Ara dan Machali, Imam. 2016. The Handbook Of Education Management.
       Jakarta : Prenadamedia Group.
Jahari, Jaja. 2013. Pengelolaan Pendidikan. Bandung : Fajar Media.





Lampiran :






       

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan Pokok Fisiologi Tumbuhan